1. PENGERTIAN ANAK
Menurut UU RI No. IV th 1979 ttg kesejahteraan anak, disebutkan bahwa anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum menikah Sedangkan menurut UU RI No. I th 1974 Bab IX ps 42 disebutkan bahwa anak yang sah adalah yang dilahirkan dalam atau sebagai perkawinan yang sah .
Dari kedua pengertian
diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian anak adalah seseorang yang
dilahirkan dalam atau sebagai perkawinan yang sah yang belum mencapai usia 21
tahun dan belum menikah .
2. KEDUDUKAN ANAK DI INDONESIA
2. KEDUDUKAN ANAK DI INDONESIA
Di Indonesia anak
dipandang sebagai pewaris keluarga, yaitu penerus keluarga yang kelak akan
melanjutkan nilai – nilai dari keluarga serta dianggap sebagai
seseorang yang bisa memberikan perawatan dan perlindungan ketika kedua orang
tua sudah berada pada tahap lanjut usia ( jaminan hari tua ) . Anak
masih dianggap sebagai sumber tenaga murah yang dapat membantu
ekonomi keluarga. Keberadaan anak dididik menjadi pribadi yang
mandiri
3. FILOSOFI KEPERAWATAN
ANAK
Perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan kepada anak harus memahami bahwa semua asuhan
Keperawatan anak harus berpusat pada keluarga ( family center care )
dan mencegah terjadinya trauma ( atraumatik care )
Family center
care ( perawatan berfokus pada keluarga ) merupakan unsur
penting dalam perawatan anak karena anak merupakan bagian dari
anggota keluarga, sehingga kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan
keluarga., Untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat
tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak yang dapat
mempengaruhi status kesehatan anak
Sedangkan maksud dari atraumatic
care adalah semua tindakan keperawatan yang ditujukan kepada anak tidak
menimbulkan trauma pada anak dan keluarga dengan memperhatikan dampak dari
setiap tindakan yg diberikan. Prinsip dari atraumatic care adalah
menurunkan dan mencegah dampak perpisahan dari keluarga, meningkatkan kemampuan
orang tua dalam mengontrol perawatan pada anak, mencegah dan mengurangi
cedera ( injury ) dan nyeri ( dampak psikologis
), tidak melakukan kekerasan pada anak dan modifikasi lingkungan fisik
4. PRINSIP
KEPERAWATAN ANAK
Dalam keperawatan anak,
perawat harus mengetahui bahwa prinsip keperawatan anak adalah :
a. Anak
bukan miniatur orang dewasa
b. Anak
sebagai individu unik & mempunyai kebutuhan sesuai tahap perkembangan
c. Pelayanan
keperawatan anak berorientasi pada pencegahan & peningkatan derajat kesh,
bukan mengobati anak sakit
d. Keperawatan
anak merupakan disiplin ilmu kesehatan yang berfokus pada kesejahteraan anak
sehingga perawat bertanggung jawab secara komprehensif dalam memberikan askep
anak
e. Praktik
keperawatan anak mencakup kontrak dengan anak & keluarga untuk mencegah,
mengkaji, mengintervensi & meningkatkan kesejahteran dengan menggunakan
proses keperawatan yang sesuai dengan moral ( etik ) & aspek hukum ( legal
)
f. Tujuan
keperawatan anak & remaja adalah untuk meningkatkan maturasi / kematangan
g. Berfokus
pada pertumbuhan & perkembangan
5. PARADIGMA
KEPERAWATAN ANAK
a. Manusia
( Anak )
Anak baik sebagai
individu maupun bagian dari keluarga merupakan salah satu sasaran dalam
pelayanan keperawatan. Untuk dapat memberikan pelayanan keperawatan yang tepat
sesuai dengan masa tumbuh kembangnya, anak di kelompokkan berdasarkan masa
tumbuh kembangnya yaitu
1. Bayi :
0 – 1 th
2. Toddler :
1 – 2,5 th
3. Pra
Sekolah :
2,5 – 5 th
4. Sekolah :
5 – 11 th
5. Remaja :
11 – 18 th
Terdapat
perbedaan dalam memberikan pelayanan keperawatan antara orang dewasa dan anak
sebagai sasarannya. Perbedaan itu dapat dilihat dari struktur fisik, dimana
secara fisik anak memiliki organ yang belum matur sepenuhnya. Sebagai contoh
bahwa komposisi tulang pada anak lebih banyak berupa tulang rawan, sedangkan
pada orang dewasa sudah berupa tulang keras.
Proses fisiologis juga
mengalami perbedaan, kemampuan anak dalam membentuk zat penangkal anti
peradarangan belum sempurna sehingga daya tahan tubuhnya masih rentan dan mudah
terserang penyakit. Pada aspek kognitif, kemampuan berfikir anak serta
tanggapan terhadap pengalaman masa lalu sangat berbeda dari orang dewasa,
pengalaman yang tidak menyenangkan selama di rawat akan di rekam sebagai suatu
trauma, sehingga pelayanan keperawatan harus meminimalisasi dampak traumatis
anak.
b. Konsep
Sehat Sakit
Menurut
WHO, sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna baik fisik, mental,
sosial, dan tidak semata-mata hanya bebas dari penyakit atau cacad. Konsep
sehat & sakit merupakan suatu spektrum yang lebar & setiap waktu
kesehatan seseorang bergeser dalam spektrum sesuai dengan hasil interaksi yang
terjadi dengan kekuatan yang mengganggunya
c. Lingkungan
LIngkungan berpengaruh
terhadap terjadinya suatu kondisi sehat maupun sakit serta status kesehatan. Faktor-faktor
lingkungan yang mempengaruhi kesehatan berupa lingkungan Internal dan
lingkungan external . Lingkungan Internal yang mempengaruhi kesehatan
seperti tahap perkembangan, latar belakang intelektual, persepsi terhadap
fungsi fisik, faktor Emosional, dan spiritual. SEdangkan lingkungan external
yang mempengaruhi status kesehatan antara lain keluarga, sosial ekonomi,
budaya
d. Keperawatan
Merupakan salah satu
bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif meliputi biologi, psikologis,
social dan spiritual yang ditujukan pada individu, keluarga, masyarakat dan
kelompok khusus yang mengutamakan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif yang diberikan dalam kondisi sehat maupun sakit.
Anak sebagai individu
maupun salah satu anggota keluarga merupakan sasaran dalam pelayanan
keperawatan Sehingga perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus memandang
anak sebagai individu yang unik yang memiliki kebutuhan tersendiri sesuai
dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
6. PERAN
PERAWAT DALAM KEPERAWATAN ANAK
a. Pemberi
perawatan
Merupakan peran utama
perawat yaitu memberikan pelayanan keperawatan kepada individu,
keluarga,kelompok atau masyarakat sesuai dengan masalah yang terjadi
mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai yang kompleks. Contoh peran
perawat sebagai pemberi perawatan adalah peran ketika perawat memenuhi
kebutuhan dasar seperti memberi makan, membantu pasien melakukan ambulasi dini.
b. Sebagai
Advocat keluarga
Sebagai client
advocate, perawat bertanggung jawab untuk memebantu klien dan keluarga dalam
menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan daninfo
rmasi yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concent)
atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. Peran perawat sebagai
advocate keluarga dapt ditunjukkan dengan memberikan penjelasan tentang
prosedur operasi yang akan di lakukan sebelum pasien melakukan
operasi.
c. Pendidik
Perawat bertanggung
jawab dalam hal pendidikan dan pengajaran ilmu keperawatan kepada klien, tenaga
keperawatan maupun tenaga kesehatan lainya. Salah satu aspek yang perlu
diperhatikan dalam keperawatan adalah aspek pendidikan, karena perubahan
tingkah laku merupakan salah satu sasaran dari pelayanan keperawatan. Perawat
harus bisa berperan sebagai pendidik bagi individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Memberi penyuluhan kesehatan tentang penanganan diare merupakan
salah satu contoh peran perawat sebagai pendidik ( health educator )
d. Konseling
Tugas utama perawat
adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat
sakitnya. Adanya perubahan pola interaksi ini merupakan dasar dalam perencanaan
tindakan keperawatan. Konseling diberikan kepada individu, keluarga
dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman masa lalu.
Pemecahan masalah difokuskan pada; masalah keperawatan, mengubah perilaku hidup
sehat (perubahan pola interaksi).
e. Kolaborasi
Dalam hal ini perawat
bersama klien, keluarga, team kesehatan lain berupaya mengidentfikasi pelayanan
kesehatan yang diperlukan termasuk tukar pendapat terhadap pelayanan yang
diperlukan klien, pemberian dukungan, paduan keahlian dan ketrampilan dari
berbagai professional pemberi palayanan kesehatan. Sebagai contoh, perawat
berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet yang tepat pada anak
dengan nefrotik syndrome. Perawat berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan
dosis yang tepat untuk memberikan Antibiotik pada anak yang menderita infeksi
f. Peneliti
Seorang perawat
diharapkan dapat menjadi pembaharu (innovator) dalam ilmu keperawatan karena ia
memiliki kreativitas, inisiatif, cepat tanggap terhadap rangsangan dari
lingkunganya. Kegiatan ini dapat diperoleh diperoleh melalui penelitian.
Penelitian, pada hakekatnya adalah melakukan evalusai, mengukur kemampuan,
menilai, dan mempertimbangkan sejauh mana efektifitas tindakan yang telah
diberikan. Dengan hasil penelitian, perawat dapat mengerakan orang
lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan kebutuhan, perkembangan dan
aspirasi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Oleh karena itu perawat
dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan memanfaatkan media massa atau
media informasi lain dari berbagai sumber. Selain itu perawat perlu melakukan penelitian
dalam rangka mengembagkan ilmu keperawatan dan meningkatkan praktek profesi
keperawatan.
7. LINGKUP
PRAKTEK KEPERAWATAN ANAK
Menurut, Gartinah, dkk
( 1999), Lingkup praktek keperawatan anak merupakan batasan asuhan
keperawatan yang diberikan pada klien anak usia 28 hari sampai
usia 18 th atau BBL ( Bayi Baru Lahir ) sampai usia 12
th. Sedangkan Sularso ( 1993 ) memberikan penjelaskan bahwa asuhan keperawatan
anak meliputi tumbang anak yang mencakup ASAH ( stimulasi
mental ), ASIH ( Kasih sayang ), ASUH ( pemenuhan kebutuhan fisik )
B. PERSPEKTIF KEPERAWATAN ANAK
Perspektif keperawatan anak merupakan landasan
berpikir bagi seorang perawat anak dalam melaksanakan pelayanan keperawatan
terhadap klien anak maupun keluarganya.
1. Kesehatan Anak
Kesehatan merupakan fenomena kompleks yang
didefenisikan sebagai suatu keadaan kesejahteraaan fisik, mental dan sosial
yang komplit dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit.( WHO ).
Indikator yang perlu diperhatikan adalah: Mortalitas
(ukuran jumlah kematian ) dan morbiditas (prevalensi penyakit)
2. Perkembangan Keperawatan
Anak
1. Sebelum abad
ke-19 : kesehatan anak kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak sehingga
dikatakan sebagai abad kegelapan untuk kesehatan anak ( the dark age
of paediatric).
2. Pertengahan
tahun 1800 : mulai ada studi kesehatan anak yang dilakukan oleh seorang tokoh
kesehatan anak, yaitu Abraham Jacobi yang melakukan
penyelidikan tentang kesehatan anak, khususnya pada tunawisma dan buruh.
3. Awal tahun
1900 : perawatan isolasi berkembang sejak ditemukannya penyakit menular. Akan
tetapi, pada Thn 1940, orientasi pelayanan keperawatan anak berubah menjadirooming
in.
4. Indonesia: Era
globalisasi dan era informasi membuat dunia keperawatan di Indonesia menjadi
tertantang untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang
berbasis teknologi informasi.
3. Falsafah Dan Paradigma
Keperawatan Anak
a. Falsafah
Keperawatan Anak
Falsafah keperawatan anak merupakan keyakinan atau
pandangan yang dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan pada
anak yang berfokus keluarga (family centered care), pencegahan terhadap trauma
(atraumatic care), dan manajemen kasus.
b. Paradigma
Keperawatan Anak
Paradigma keperawatan anak merupakan suatu landasan
berfikir dalam penerapan ilmu keperawatan anak.
4. Peran Perawat Dalam
Keperawatan Anak
Peran perawat dalam keperawatan anak yaitu sebagai
care giver, advocate keluarga, pencegah penyakit, pendidikan, konseling,
kolaborasi, pengambil keputusan etik, dan peneliti.
5. Lingkup Praktek
Keperawatan Anak
Lingkup praktek merupakan hak dan otonomi dalam
melaksanakan asuhan keperawatan yang berdasarkan atas kemampuan, tingkat
pendidikan, dan dalam batas profesi. Sedangkan praktik keperawatan itu sendiri
merupakan tindakan mendiri perawat profesional dengan melalui kerjasama secara
kolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan
keperawatan. Harus berdasarkan kebutuhan dasar anak yaitu kebutuhan akan tumbuh
kembang anak seperti asuh, asih, asah.
C. PERTUMBUHAN
DAN PERKEMBANGAN ANAK
A. Pengertian Pertumbuhan dan
Perkembangan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah
sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan
panjang dan berat. Sedangkan Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan
fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus,
bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
B. Jenis Pertumbuhan
Perkembangan
1. Pertumbuhan
Biologis dan Perkembangan Fisik (Proporsi eksternal, determinan biologis dari
Pertumbuhan dan Perkembangan, pertumbuhan dan maturasi tulang rangka, maturasi
neurologic, jaringan limfoid, perkembangan sistem organ)
2. Perubahan
fisiologis ( Metabolisme, suhu, tidur dan istirahat )
3. Perkembangan
kepribadian dan fungsi mental yang terdiri dari komponen id, ego dan
superego (perkembangan psikoseksual, perkembangan kognitif, perkembangan
bahasa, perkembangan moral, perkembangan spiritual)
4. Perkembangan
konsep diri (citra tubuh dan harga diri).
C. Faktor Yang
Mempengaruhi Perkembangan
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangna
yaitu :Keturunan, neuroendokrin, nutrisi, hubungan interpersonal, tingkat
sosioekonomi, penyakit, bahaya lingkungan, stress pada masa kanak-kanak dan
pengaruh media masa.
D. Beberapa Gangguan Tumbuh-Kembang Yang Serin ditemukan .
D. Beberapa Gangguan Tumbuh-Kembang Yang Serin ditemukan .
1) Gangguan
bicara dan bahasa.
2) Cerebral
palsy, merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif
3) Sindrom Down,
perkembangannya lebih lambat dari anak yang normal. Beberapa faktor seperti
kelainan jantung kongenital, hipotonia yang berat, masalah biologis atau
lingkungan lainnya dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik dan
keterampilan untuk menolong diri sendiri.
4) Perawakan
Pendek.
5) Gangguan
Autisme, adanya gangguan mencakup bidang interaksi sosial, komunikasi dan
perilaku.
6) Retardasi
Mental, merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah (IQ
< 70) yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi
terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal.
7) Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
D. BERMAIN DAN HOSPITALISASI
A. Defenisi
Hospitalisasi merupakan suatu proses karena suatu
alasan darurat atau berencana mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit
menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangan kembali kerumah.
B. Kondisi Psikologis
Lingkungan Rumah Sakit
1. Privasi,
kurangnya privasi adalah bagian yang menyebabkan pasien menjadi lebih sensitif,
dapat menyebabkan ansietas dan berperan terhadap persepsi nyeri.
2. Kenyamanan
Fisik, diantaranya adalah kebisingan, penerangan, dan bau-bauan.
3. Arti Simbolis,
untuk beberapa individu yang bekerja dalam lingkungan rumah sakit, suatu solusi
terhadap banyak masalah adalah memberikan lebih banyak keuangan.
C. Reaksi hospitalisasi
Reaksi tersebut bersifat individual dan sangat
tergantung pada usia perkembangan anak,pengalaman sebelumnya terhadap sakit,
sistem pendukung yang tersedia dan kemampuan koping yang dimilikinya.
Respon hospitalisasi yang ditunjukkan oleh anak
meliputi:
1. Protes : ia
menangis/berteriak supaya ibunya kembali
2. Pemisahan diri
: ia menutup diri di bawah selimut atau tenggelam dengan mainannya dan
kehilangan gairah untuk bermain atau makan.
3. Penyangkalan :
ia terlihat bahagia, berusaha berteman dengan setiap orang tanpa
membeda-bedakan. Hal ini dapat menimbulkan sangkaan yang salah dengan
menganggap anak telah ‘dapat menerima keadaan’, namun ikatan ibu-anak telah
rusak dan harus dibangun kembali. Pada saat kembali ke rumah anak itu dapat
menunjukkan perilaku pemarah, susah makan, atau mengompol.
D. Intevensi Perawatan Dalam
Mengatasi Dampak Hospitalisasi
Fokus intervensi keperawatan adalah
a. Meminimalkan
stressor
b. Memaksimalkan
manfaat hospitalisasi memberikan dukungan psikologis pada anggota keluarga
c. Mempersiapkan
anak sebelum masuk rumah sakit
Bermain
A. Definisi
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara
sukarela untuk memperoleh kesenangan. Bermain merupakan cerminan kemampuan
fisik, intelektual, emosional, dan sosial. Bermain adalah salah satu aspek
penting dari kehidupan anak dan salah satu alat paling penting untuk
menatalaksanakan stres karena hospitalisasi.
B. Fungsi bermain bagi
anak :
Bermain bagi anak berfungsi untuk perkembangan
sensori motorik, perkembangan intelektual (kognitif), perkembangan sosial,
perkembangan kreativitas, perkembangan kesadaran diri, perkembangan moral,
bermain sebagai terapi. Sedangkan fungsi Bermain di rumah sakit adalah untuk
memfasilitasi situasi yang tidak familiar, memberi kesempatan untuk membuat
keputusan dan kontrol, membantu untuk mengurangi stres terhadap perpisahan,
memberi kesempatan untuk mempelajari tentang fungsi dan bagian tubuh,
Memperbaiki konsep-konsep yang salah tentang penggunaan dan tujuan peralatan
dan prosedur medis, memberi peralihan dan relaksasi, membantu anak untuk merasa
aman dalam lingkungan yang asing, memberikan cara untuk mengurangi tekanan dan
untuk mengekspresikan perasaan, menganjurkan untuk berinteraksi dan
mengembangkan sikap-sikap yang positif terhadap orang lain, memberikan cara
untuk mengekspresikan ide kreatif dan minat, memberi cara mencapai
tujuan-tujuan terapeutik (Wong ,1996).
C. Tujuan bermain
Tujuan bermain bagi anak adalah untuk dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal, dapat mengekspresikan keinginan, perasaan, dan fantasi, dapat mengembangkan kreativitas melalui pengalaman bermain yang tepat, agar anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit.
Tujuan bermain bagi anak adalah untuk dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal, dapat mengekspresikan keinginan, perasaan, dan fantasi, dapat mengembangkan kreativitas melalui pengalaman bermain yang tepat, agar anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit.
D. Klasifikasi Bermain
1) Permainan Sosial-Afektif,
permainan ini membuat bayi merasakan kesenangan dalam berhubungan dengan orang
lain. 2) Permainan
Rasa-senang, objek dalam lingkungan seperti sinar, warna, rasa, bau, dan
tekstur menarik perhatian anak, merangsang indra mereka dan memberikan
kesenangan.
3) Permainan
keterampilan
4) Perilaku
unoccupied, anak tidak bermain, tetapi memfokuskan perhatian mereka pada hal
yang menarik.
5) Permainan
dramatic (simbolik) atau pura-pura
E. KOMUNIKASI PADA BAYI, ANAK, DAN
KELUARGA
B. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses ketika informasi
disampaikan kepada orang lain melalui simbol, tanda, atau tingkah laku ( Haber,
1987 )
C. Cara Berkomunikasi dengan Bayi
Bayi belum dapat mengekspresikan perasaan dan
pikirannya dengan kata -kata, sehingga bahasa nonverbal sering digunakan. Bayi
menagis dan berguman ketika merasa kenyang dan menangis ketika mengalami
tekanan.
-Berkomunikasi dengan Anak Balita ( Batita/usia
bermain/toddler dan Prasekolah ) Anak-anak berusia kurang dari 5 tahun
bersifat egosentris. Oleh kerena itu fokuskan komunikasi pada mereka .
pengalaman orang lain tidak menarik bagi mereka.
-Berkomunikasi dengan Anak Usia Sekolah (Anak Usia 5
± 8 tahun )
Anak usia sekolah memiliki tingkat kekhawatiran
terhadap integritas tubuhnya. Anak terlihat sangat sensitif terhadap segala
sesuatu yang sianggap mengancam atau yang menjadi indikasi yang akan mengancam
tubuhnya.
-Berkomunikasi dengan anak masa Remaja
Ketika anak memasuki usia remaja,pemikiran dan
perilaku mereka berflutasi pada masa anak dan masa orang dewasa. Mereka tumbuh
dewasa dengan cepat menuju kearah kematangan yang mungkin melampaui kemampuan
koping mereka.
-Komunikasi dalam kelurga
Terjalinnya hubungan timbal balik antara ibu dan
anak selama proses pengasuhan yang berdampak terhadap perubahan respon yang
positif yakni pembentukan kepribadian percaya diri dan mandiri.
Cara komunikasi Dengan Orang tua Anak :Anjurkan ortu
untuk berbicara, arahkan ke fokus, mendengarkan, diam, empati, menyakinkan
kembali, merumuskan kembali, memberi petunjuk kemungkinan apa yang terjadi,
menghindari hambatan dalam komunikasi.
F. KEBUTUHAN GIZI BAGI BAYI DAN ANAK
Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI.
Namun, dengan bertambahnya umur bayi dan tumbuh
kembang, bayi memerlukan energi dan
zat-zat gizi yang
melebihi jumlah ASI. Bayi harus mendapat makanan tambahan/
pendamping ASI.
A. Karbohidrat
Merupakan sumber energy. Kekurangan sekitar 15% dari
kalori yang ada dapat menyebabkan terjadi kelaparan dan berat badan menurun.
B. Lemak Pada anak usia bayi sampai kurang lebih tiga bulan,
lemak merupakan sumber gliserida dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari
karbohidrat. Lemak berfungsi untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut
dalam lemak yaitu vitamin A, D, E dan K.
C. Protein
Protein merupakan zat gizi dasar yang berguna dalam
pembentukan protoplasma sel. Selain itu, tersedianya protein dalam jumlah yang
cukup penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel jaringan dan sebagai larutan
untuk menjaga keseimbangan osmoyik plasma. Kebutuhan protein per hari .
D. Cairan
Air merupakan kebutuhan nutrisi yang sangat
penting, mengingat kebutuhan air pada bayi mencapai 75-80% dari berat badan.air
bagi tubuh berfungsi sebagai pelarut untuk pertukaran selluler sedangkan
mineral merupakan komponen zat gizi yang tersedia dalam kelompok mikro (Ca, Cl,
Cr, F, Mg, K dan lain-lain)
E. Vitamin
Untuk memelihara kesehatan, rekuiremen bayi dan anak menurut recommended Dietary Allowance for Use in Indonesia yang dikeluarkan oleh departemen Kesehatan RI pada tahun 1968 dapat dilihat pada table 6 (lampiran).
Jika kita hendak menentukan makanan yang tepat untuk seorang bayi atau anak, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Untuk memelihara kesehatan, rekuiremen bayi dan anak menurut recommended Dietary Allowance for Use in Indonesia yang dikeluarkan oleh departemen Kesehatan RI pada tahun 1968 dapat dilihat pada table 6 (lampiran).
Jika kita hendak menentukan makanan yang tepat untuk seorang bayi atau anak, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menentukan
jumlah kebutuhan dari setiap nutrient dengan menggunakan data tentang kebutuhan
nutrient.
2. Menentukan
jenis bahan makanan yang dipilih untuk menterjemahkan nutrient dari berbagai
macam bahan makanan
3. Menentukan
jenis makanan akan diolah sesuai dengan hidangan (menu) yang dikehendaki
4. Menentukan
jadwal waktu dan menentukan hidangan . Perlu pula ditentukan cara pemberian
makan, misalnya dengan cara makan biasa, dengan pipa penduga (sonde) dan lain
lain
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, Aziz, Alimul. 2005. Pengantar
Ilmu Keperawatan Anak 1. Salemba Medika, Jakarta.
Sacharin, Rossa. 2000. Ilmu
Kesehatan Anak. EGC. Jakarta. Soetjiningsih. 1998. Tumbuh
Kembang Anak. FK Universitas Udayana.
Wong. Whalley. 2005. Manual
of Pediatric Nursing. Philadelphia. Mosby Company
Tidak ada komentar:
Posting Komentar